:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2242124/original/006887100_1528354852-pemerintah_dorong_kesejahteraan_petani_Indramayu-ok.jpg)
MBB Sliyeg merupakan mitra bersama dengan kepemilikan saham mayoritas (51 persen) dimiliki oleh tujuh BUMN yaitu BULOG, Danareksa, Pertamina, PTPN, RNI, PIHC dan PPI dan sisanya dimiliki oleh Perkumpulan BUMDes Bersama dan Perkumpulan Gapoktan (49 persen). Meski memiliki saham mayoritas, 80 persen keuntungan akan diserahkan kepada petani.
Digitalisasi sistem pertanian diinisiasi oleh PT Telkom bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui empat siklus tanam, yaitu pra-tanam dengan penerapan asuransi usaha tani dan KUR yang merupakan wujud sinergi PT Jasindo, PT Askrindo dan Himpunan Bank Negara (Himbara).
Sementara itu, tahap tanam dengan penyediaan benih, distribusi pupuk dan pendampingan merupakan wujud sinergi PT Pupuk Indonesia, PT Syang Hiang Seri/SHS, PT Pertani (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero. Untuk tahap panen dengan penyimpanan hasil panen dan resi gudang dijalankan oleh PT Pegadaian dan tahap pasca panen berupa penjualan dan distribusi hasil tani, merupakan wujud sinergi Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia Pangan.
"Ini merupakan sinergi BUMN dalam mendukung wirausaha petani utk meningkatkan kesejahteraan petani. Saya yakin petani di sini akan sejahtera dan saya akan terus mendorong BUMN-BUMN untuk terus bersinergi memberikan pelayanan terbaik bagi petani. Ini wujud dari peran BUMN sebagai agen pembangunan dan semoga semangat 'BUMN Hadir Untuk Negeri' juga dirasakan oleh para petani” tegas Rini.
Sementara itu, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Alex J. Sinaga menambahkan, program layanan kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian ini diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi petani, seperti usaha skala kecil, daya tawar petani lemah, serta insentif petani yang tidak tepat dan tidak berkelanjutan.
Di BUMDes binaan Telkom ini, semua pelayanan dilakukan melalui sistem yang terintegrasi dengan kartu tani. Data ini nantinya juga menjadi acuan dari Kementerian Pertanian mengenai pertanian di Indramayu, khususnya di Kecamatan Sliyeg. Program Layanan Kewirausahaan Petani ini akan diterapkan di sembilan wilayah di Jawa Barat antara lain Indramayu, Karawang, Majalengka, Ciamis, dan Cianjur.
"Sistem digitalisasi pertanian yang dicanangkan sejak Maret 2017 ini menjadikan Indramayu sebagai kabupaten di Indonesia yang memiliki data pertanian matang. Kami berharap digitaliasi sistem pertanian bisa mendorong petani untuk memaksimalkan sistem dan mempermudah bisnis yang berkaitan dengan petani dan pertanian," ujar dia.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga memberikan dukungan kepada Telkom antara lain pemberian Kartu Tani di Kab Indramayu yang sudah dibagikan kepada petani sebanyak 39.776 petani dan khusus di Kecamatan Sliyeg sebanyak 2.993 petani.
Penyaluran KUR di Kab Indramayu telah mencapai 2.436 petani (dengan limit Rp80 M) dan khusus di Kec Sliyeg sebanyak 1.158 petani (dengan limit Rp30 M). Selain itu diberikan pula bantuan sarana dan pra sarana pendukung pertanian berupa truk dan motor viar kepada Gapoktan Kecamatan Sliyeg dan perbaikan irigasi serta bantuan lainnya.
Dalam kunjungan ini, Presiden dan rombongan juga berkesempatan meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) milik Telkom Indonesia yang merupakan wadah yang dibangun untuk penyerapan dan pengolahan hasil panen petani. Di tempat ini dilakukan proses pengeringan gabah, penggilingan gabah dan pengemasan beras. (Yas)
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3553025/petani-indramayu-terapkan-teknologi-untuk-genjot-produksiBagikan Berita Ini
0 Response to "Petani Indramayu Terapkan Teknologi untuk Genjot Produksi"
Post a Comment