Search

Ancaman Perang Dagang AS ke Indonesia

Ketua APindo Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan saat ini ada sekitar 124 produk Indonesia yang sedang di-review GSP-nya oleh AS.

"GSP kita sedang di-review, dan ada sekitar 124 produk dan sektor yang saat ini sedang dalam review, termasuk di dalamnya kayu plywood, cotton, macam-macam. Tekstil sih sebenarnya ga masuk dalam 124 produk itu ya, tapi dia juga kena akan di-review secara menyeluruh untuk lebih mendapatkan manfaatnya. Lalu juga ada produk-produk pertanian, udang dan kepiting kalau ga salah, ini saya lagi liat listnya juga," ujar dia.

Shinta menjelaskan jika GSP dicabut maka bea masuk produk ekspor Indonesia ke AS akan semakin mahal. "Tapi prinsipnya, itu yang jadi kuncinya, karena kalau kita kehilangan GSP-nya, kita ekspor kesana akan lebih mahal karena tarifnya lebih tinggi," imbuh dia.

Meskipun demikian, dia mengatakan, Indonesia masih bisa berharap rencana tersebut tidak berlanjut ke produk yang lain. Ancang-ancang perang dagang antara AS dan Tiongkok diharapkan menjadi pertimbangan bagi Trump untuk mengurungkan niatnya.

"Upaya diplomasi ke sana sudah ada, baik pemerintah maupun asosiasi kan kita dipanggil kesana untuk hearing. Sekarang prosesnya sudah sampai public hearing, nanti kita asosiasi, importir dari sana juga dipanggil, nanti ada panel pendukung dan panel oposisi. Dalam beberapa bulan ini lah," katanya.

"Tapi sebenarnya saya melihat posisi kita cukup baik ya, karena perang dagang AS-China, mereka ga mungkin mampu untuk confront semua negara di semua lini. Jadi kita coba ngambil positifnya aja deh," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Amerika Serikat merayakan hari kemerdekaan tanggal 4 Juli. Dalam pidatonya, Presiden AS Donald Trump memuji para tentara dan veteran perang.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3580148/ancaman-perang-dagang-as-ke-indonesia

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Ancaman Perang Dagang AS ke Indonesia"

Post a Comment

Powered by Blogger.