:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2227908/original/045807000_1527241397-Pemprov-DKI-Jakarta-Batasi-Operasional-Truk-di-Tol-Lingkar-Luar7.jpg)
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa ada sekitar 25 persen bus milik perusahaan otobus (PO) yang tak laik pakai. Ia mengimbau agar perusahaan segera membenahi bus-bus yang tak layak pakai tersebut sehingga bisa melayani masyarakat dengan maksimal dan tentu saja dengan mengutamakan faktor keselamatan.
Budi pun berjanji akan membantu perusahaan-perusahaan tersebut untuk membenahi armadanya. Salah satu caranya dengan memberikan insentif. Insentif diperlukan karena banyak PO bus yang mengeluh pendapatannya menurun.
"Itu nanti ya, kan sekarang ini hanya kita berikan pada bus pariwisata. Nanti PO-PO kita kasih," tuturnya di Jakarta Selatan, Jumat 15 Juni 2018.
Ia menambahkan, pemberian insentif nantinya bisa mencapai tiga kali lipat. Sehingga PO bus, lanjut dia, tidak perlu pusing terkait mudik gratis yang dinilai sebabkan omzet bus PO tersebut turun secara drastis.
"PO-PO ini nanti kita kasih jatah, akan kita lipatkan jadi tiga kali lipat," kata dia.
Budi pun menyarankan agar bus-bus PO tersebut dapat diperbaharui armada untuk turut serta memperoleh insentif.
"Jadi saya berpesan kepada mereka, kalau mereka pengen dapet jatah, busnya mesti diperbaharui. Kalau busnya reot, enggak lulus, ya jangan harap dapet order dari kita," tandas dia.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Sebuah mobil truk pembawa genset tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Tol JORR KM 34, Bambu Apus arah Pondok Indah.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kerugian Akibat Truk Kelebihan Muatan Capai Rp 43 Triliun"
Post a Comment