Search

Simulasi Demo, Tiga Polisi Digigit Anjing Pelacak, Bahkan Ada ...

SLAWI - Polres Tegal menggelar simulasi penanganan unjuk rasa pemilu 2019 untuk mengantisipasi munculnya ketidakpuasan terhadap hasil pemilu, Rabu (19/9). Ada tiga peserta simulasi yang sampai tergigit anjing pelacak.

Simulasi digelar di ruas Jalan KS Tubun, Slawi, yang berada di depan Mapolres sekitar pukul 09.00 WIB. Sesuai skenario, digambarkan terdapat pendukung salah satu partai politik yang tidak puas dengan hasil pemilu.

Mereka mendatangi kantor KPU Kabupaten Tegal untuk melakukan protes. Unjuk rasa tersebut awalnya berlangsung damai.

Massa menyampaikan aspirasi dan tuntutan dengan tertib. Namun karena tidak puas, massa kemudian mulai terindikasi untuk bertindak anarkis, sehingga dilakukan penambahan personel yang disiagakan untuk melakukan pengamanan kantor KPU.

Hingga akhirnya, massa benar-benar bertindak anarkis. Personel pengendali massa dari Sabhara dan satu unit mobil water canon pun diterjunkan untuk mengendalikan massa.

Selain itu, polisi juga mengerahkan dua anjing pelacak. Di akhir simulasi, massa berhasil dibubarkan dan situasi kembali kondusif.

Jalannya simulasi tersebut dibuat senyata mungkin, sehingga seakan-akan benar-benar terjadi. Bahkan saking semangatnya, terdapat tiga personel Polres Tegal yang sampai tergigit anjing pelacak, saat melakukan peragaan skenario pembubaran massa.

Salah satu di antara mereka diketahui adalah Kabag Ops AKP Aris Heriyanto. Sementara dua lainnya yakni anggota Polsek Margasari Aipda Sadiyat dan anggota Polsek Pangkah Aiptu Epis Wiratman.

Meski tak parah, mereka mengalami gigitan di bagian tangan dan pantat, sehingga langsung mendapat penanganan medis. Bahkan ada yang harus mendapat jahitan.

‎Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto mengatakan, simulasi digelar untuk mengantisipasi terjadi aksi unjuk rasa yang berujung anarkis selama tahapan pemilu 2019.

"Ini adalah simulasi penanganan kondisi kontijensi saat pemilu. Mulai dari landai, aman sampai ada konflik sehingga kita menggunakan kekuatan personel untuk menanggulangi," katanya usai simulasi.

Disinggung terkait adanya tiga peserta simulasi yang sampai tergigit anjing pelacak, meski kejadian itu tak ada dalam skenario, ‎Dwi menilai hal itu menunjukkan seluruh personel yang diterjunkan menjalankan skenario simulasi dengan maksimal. "Ini dinamika tugas. Risiko. Harus siap menghadapi kondisi apapun," tandasnya.

Dwi berharap simulasi tersebut tidak‎ sampai diterapkan. Artinya, pelaksanaan seluruh tahapan pemilu 2019 baik pemilihan presiden maupun pemilihan anggota legislatif di Kabupaten Tegal berjalan lancar dan aman.

"Ini skenario mudah-mudahan tidak sampai dipakai karena tidak terjadi gangguan kamtibmas‎. Itu harapan saya," pungkasnya.

Kabag Ops Polres Tegal AKP Aris Heriyanto menambahkan, jumlah personel yang diterjunkan dalam simulasi‎ total sebanyak 350 orang, gabungan berbagai satuan.

"Simulasi ini untuk memastikan kesiapan seluruh personel dalam menanggulangi unjuk rasa yang anarkis. Jadi saat terjadi, sudah tahu apa yang harus dilakukan, mulai dari dalmas awal, dalmas inti, sampai Brimob jika diperlukan," ujarnya. (far/zul)

Let's block ads! (Why?)

https://radartegal.com/berita-lokal/simulasi-demo-tiga-polisi-digigit-anjing-pelacak.25514.html

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Simulasi Demo, Tiga Polisi Digigit Anjing Pelacak, Bahkan Ada ..."

Post a Comment

Powered by Blogger.