Search

Puluhan Ton Ikan KJA di Waduk Darma Mati Masal Tak ...

KUNINGAN, (PR).- Puluhan ton ikan mas dan nila dalam kolam budi daya ikan kolam jaring apung (KJA) di waduk Darma Kabupaten Kuningan, mati lemas tak terselamatkan. Kematian masal puluhan ton ikan pada rangkaian-kaian KJA di waduk buatan itu, terjadi secara berturut-turut mulai Sabtu 10 November 2018 malam hingga Minggu 11 November 2018 pagi. Bahkan, hingga Minggu siang, musibah menimpa para petani ikan KJA di waduk tersebut masih terus berlanjut.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perairan Umum Daratan Waduk Darma Umar Hidayat  yang juga petani ikan KJA di waduk tersebut, menyebutkan kematian masal ikan kali ini menimpa di semua blok KJA tersebar di Waduk Darma. Adalah di blok KJA sekitar Desa Jagara, Darma, Cipasung, dan sekitar Desa Paninggaran.

“Penyebabnya sama seperti yang sering terjadi di Waduk Darma juga di waduk-waduk lainnya, yaitu akibat penurunan suhu  permukaan air berlangsung ekstrem disusul arus balik air atau upwelling  atau perpindahan posisi air permukaan dengan air bawah genangan.  Pemicunya, karena faktor cuaca, di mana dalam beberapa hari terakhir kawasan perairan waduk ini terus menerus dirundung mendung dan sangat menim hembusan angin ,” kata Umar Hidayat, yang sedang memantau kondisi perairan waduk tersebut di tepi Waduk Darma, di Desa Jagara.

Dia menyebutkan, taksiran sementara ikan mas dan nila yang mengalami kematian massal dalam dua hari mencapai 30 hingga 40 ton. Sebagian besar di antaranya ikan mas dan nila ukuran sudah layak panen.

Mengatisipasi ancaman kematian masal ikan KJA akibat cuaca buruk, para petani ikan KJA di waduk tersebut dalam sepekan terakhir telah berupaya dengan cara memuasakan ikanikan peliharaan dalam KJA-nya masing-masing. Kalaupun diberi pakan, volumenya sangat minim dan tidak rutin setiap hari. Hal itu dilakukan berdasarkan pengalaman dari kasus-kasus kematian masal ikan yang kerap terjadi di waduk tersebut.

Seain itu, di saat-saat melihat banyak ikan dalam KJA mulai limbung dan lemah dalam kondisi cuaca buruk, mereka biasa membantu meningkatkan kadar oksigen air dalam kolam-kolam jaring apungnya dengan membuat sirkulasi air menggunakan mesin pompa air. “Hal itu, mulai Sabtu sore kemarin sampai tadi pagi juga hampir tak henti-hentinya terus dilakukan para petani di setiap KJA miliknya, tetapi karena keterbatasan tenaga dan alat yang dimilikinya, tidak semua ikan bisa terselamatkan degan cara itu. Terlebih suhu airnya pun mulai sore kemarin hingga pagi ini mengalami penurnan drastis,” ujar Umar Hidayat, seraya menyebutkan suhu air permukaan genangana waduk itu terukur hanya mencapai 19 derajat celcius. “Suhu  normalnya biasanya di kisaran 22 derajat celcius,” ujarnya menambahkan.

Terpantau “PR”, Minggu pagi hingga siang, ikan-ikan mati dari KJA di perairan waduk itu secara berangsur diangkat dan diangkut ke darat. Ikan-ikan yang sudah mulai membusuk sebagian terpaksa dikubur, sementara yang masih lemas dan terlihat segar dimanfaatkan keluarga petan dan warga setempat dijual dengan harga sangat murah. Ada yang dijajakan di tepi jalan sisi area genangan, ada juga yang dijual pedagang keliling dadakan ke desa-desa sekiitarnya.

“Asal cepat laku saja Soanya kalau tidak secepatnya terjual nanti sore pun pasti sudah mulai membusuk tidak mungkin ada yang mau beli,” tutur Ehat (45) salah satu ibu rumah tangga yang sedang menjakan ikan mati dari KJA di tepi ruas jalan kabupaten di Deas Jagara.

Harga ikan mas mati dari KJA Minggu  pagi hingga siang dijual para pedagang ikan dadakan dengan harga penawaran antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000/kilo gram. Semenara harga eceran ikan mas dan nila hidup dari KJA Waduk Waduk Darma berlaku normal saat ini, menurut mereka ikan mas sedang berada pada kisaran Rp 24.000/Kg dan ikan nila Rp 19.000 – Rp 20.000/Kg.***

Let's block ads! (Why?)

http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2018/11/11/puluhan-ton-ikan-kja-di-waduk-darma-mati-masal-tak-terselamatkan-433039

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Puluhan Ton Ikan KJA di Waduk Darma Mati Masal Tak ..."

Post a Comment

Powered by Blogger.