Search

Donald Trump dan Xi Jinping Berupaya Akhiri Konflik Dagang - SINDOnews

loading...

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping untuk menandatangani kesepakatan dagang komprehensif. Trump dan kepala negosiator perdagangan AS menyebut kemajuan besar dalam dua hari perundingan tingkat tinggi dengan China.Trump menyatakan di Gedung Putih bahwa dia optimistis dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia dapat mencapai kesepakatan terbesar yang pernah dibuat. Pernyataan itu muncul saat Trump bertemu Wakil Perdana Menteri (PM) China Liu He. Delegasi perdagangan China menyatakan, perundingan menghasilkan kemajuan penting,” ungkap laporan kantor berita Xinhua.
Belum ada keterangan pasti tentang pertemuan dengan Xi, tapi Trump menyatakan pertemuan akan dilakukan lebih dari sekali. Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin diundang untuk membawa tim negosiasi AS ke Beijing sekitar pertengahan Februari.

Gedung Putih juga menyatakan bahwa jadwal menaikkan tarif pada 2 Maret sebesar USD200 miliar untuk barang-barang China merupakan batas waktu “keras” jika tidak ada kesepakatan yang dicapai pada 1 Maret.

Pada akhir perundingan di Gedung Putih, Liu menjelaskan kepada Trump bahwa China akan membuat komitmen baru dan segera untuk membeli lebih banyak kedelai AS. Pejabat pemerintahan AS kemudian mengklarifikasi jumlah pembelian kedelai AS oleh China itu mencapai total 5 juta ton atau dua kali lipat jumlah yang dibeli Beijing sejak kembali berlakunya pembatasan pembelian pada Desember.

Baca Juga:

Penjualan kedelai AS ke Chian mencapai total 31,7 juta ton pada 2017 yang sebagian besar dipangkas pada semester kedua tahun lalu akibat tarif balasan Beijing. Pengumuman ini pun memicu reaksi positif dari Trump. “Ini akan membuat para petani kami sangat bahagia,” ujar Trump.

“Delegasi China menjelaskan, Beijing akan memperluas impor produk-produk pertanian, energi, jasa dan industri AS,” ungkap laporan Xinhua.

Meski China sebelumnya menawarkan peningkatan pembelian produk-produk pertanian, energi, dan lainnya dari AS untuk menyelesaikan konflik dagang, para negosiator juga menghadapi sejumlah isu penting termasuk permintaan AS agar China mengambil langkah melindungi hak kekayaan intelektual AS dan mengakhiri kebijakan yang menurut Washington memaksa perusahaan-perusahaan AS menyerahkan teknologi pada perusahaan-perusahaan China.

Lighthizer menjelaskan, ada kemajuan penting pada isu-isu itu, termasuk mekanisme verifikasi untuk memaksa China melaksanakan semua komitmen perubahannya. “Pada titik ini, mustahil bagi saya memprediksi kesuksesan. Namun, kami berada di tempat yang jika berbagai hal berjalan, ini dapat terjadi,” kata dia saat pertemuan Ruang Oval Gedung Putih.

Dia juga menjelaskan, tujuan AS adalah membuat komitmen China lebih spesifik, mencakup semua dan dapat dilaksanakan dengan mekanisme mengambil tindakan jika Beijing gagal menerapkannya. Kantor berita Reuters sebelumnya melaporkan penegakan mekanisme itu dapat memiliki ancaman tarif AS. Ditanya apakah dua pihak membahas pencabutan tarif AS pada barang-barang China, Lighthizer menyatakan itu tidak termasuk dalam perundingan.

“Kedua pihak menerapkan kesepakatan dalam prinsip untuk kerangka kerja pelaksanaan mekanisme,” papar laporan Xinhua tanpa menjelaskan bahwa AS sepakat untuk sungguh-sungguh merespons kekhawatiran China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Geng Shuang menolak memberikan rincian tentang kemungkinan pertemuan Xi dan Trump. Sumber yang mengetahui proses negosiasi itu menyatakan berbagai kekhawatiran tentang akses pada pasar pertanian China muncul dalam perundingan, tapi hanya ada sedikit kemajuan yang dibuat.

Washington mengancam menerapkan tarif lebih besar pada produk-produk China senilai USD200 miliar menjadi 25% dari 10% jika perundingan dagang tidak menghasilkan kesepakatan pada 1 Maret. Trump menyatakan, dia tidak berpikir perlu memperpanjang batas waktu tersebut. “Saya pikir saat Presiden Xi dan saya bertemu, setiap poin akan disepakati juga,” ujar Trump.

Meski demikian, Trump telah menolak beberapa proposal kesepakatan dagang dengan China, memilih terus mendorong tarif pada barang-barang China untuk menambah keuntungan. “Para analis masih sangat skeptis bahwa kesepakatan dagang murni dapat dilakukan dalam kerangka waktu ini,” ungkap para ekonom dari Commonwealth Bank of Australia dalam catatannya.

“Kami juga sedikit pesimistis karena berbagai negosiasi ini sedang dilakukan para politisi senior, bukan oleh birokrat perdagangan. Kedua pihak juga memiliki insentif dan lebih banyak insentif untuk mendapatkan kesepakatan berarti,” papar para ekonom itu kepada Reuters.

Sebelumnya, Trump menyatakan di Twitter bahwa dia meminta China membuka pasarnya tidak hanya untuk layanan keuangan yang sudah dilakukan. “Tapi juga manufaktur, pertanian dan bisnis serta industri AS. Tanpa kesepakatan ini, tidak akan diterima!” tweet Trump.

Perusahaan-perusahaan AS mengeluhkan transfer teknologi dan proteksi kekayaan intelektual serta berbagai tuduhan pencurian siber oleh China terhadap berbagai rahasia perdagangan AS dan kampanye sistematis untuk menguasai perusahaan-perusahaan teknologi AS. Semua alasan itu digunakan oleh pemerintahan Trump untuk membenarkan penerapan tarif senilai USD250 miliar pada produk-produk impor asal China.

Beijing membalas tarif itu, tapi telah menghentikan beberapa dan mengizinkan sejumlah pembelian kedelai AS selama perundingan dengan AS. Para pejabat China menyatakan kebijakan mereka tidak memaksakan transfer teknologi.

Delegasi China menyatakan, Beijing akan secara aktif merespons kekhawatiran AS tentang hak kekayaan intelektual dan menciptakan lingkungan pasar yang adil. Tarif AS pada barang-barang China hanya satu sisi dari upaya Trump mengubah tata perdagangan global dengan strateginya “America First”.

Trump juga menerapkan tarif global pada impor baja dan aluminium, mesin cuci, dan panel surya, serta mengancam menaikkan tarif pada mobil-mobil impor, kecuali Jepang dan Uni Eropa menawarkan konsesi perdagangan.

(don)

Let's block ads! (Why?)

https://international.sindonews.com/read/1375534/42/donald-trump-dan-xi-jinping-berupaya-akhiri-konflik-dagang-1549059474

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Donald Trump dan Xi Jinping Berupaya Akhiri Konflik Dagang - SINDOnews"

Post a Comment

Powered by Blogger.