:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2286325/original/017620800_1532076207-Anak_usaha_Merpati-ok.jpg)
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Iwan Joeniarto mengatakan, KSO yang sudah berjalan selama kurang lebih satu tahun ini menunjukkan respons positif dari pasar. Dia menuturkan, kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan berdampak pada kebutuhan transportasi udara yang cukup tinggi.
"Peredaran pesawat jenis general aviation jumlahnya sangat besar di Indonesia, tapi untuk perawatannya masih belum digarap dengan maksimal sehingga bisnisnya diambil oleh pihak luar. GMF dan MMF melihat hal ini sebagai peluang untuk dapat membawa keuntungan bagi kedua belah pihak," ujar Iwan.
Sedangkan Suharto mengatakan, pihaknya menyambut baik amandemen penambahan lingkup kerja sama ini. “Ketika awal kerja sama ini dibentuk, kami memiliki gambaran untuk mengembangkan KSO ini secara serius, oleh karena itu kami menambahkan jenis pesawat yang dapat dikerjakan di KSO ini,” ujar dia.
Ia menuturkan, ke depan KSO antara MRO pelat merah ini akan mengutilisasi fasilitas Hangar milik MMF di Kawasan Indonesia Timur. KSO antara GMF – MMF ini bermula pada November 2016. GMF memberikan kontribusi dalam hal penambahan tools & equipment, system dan infrastruktur IT sebagai penunjang serta pemberian certified training terhadap personil yang akan didedikasikan untuk KSO ini.
Sedangkan MMF memberikan sarana dan prasarana seperti Hangar di Surabaya dan Biak, ruang kantor dan ruang penyimpanan material, memfasilitasi certificate of approval (AMO) dari DKUPPU, serta beberapa tools & equipment.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Rolls-Royce tengah merencanakan pembangunan taksi terbang. Kendaraan ini akan siap digunakan paling cepat awal tahun 2020.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Perluas Perawatan Pesawat, Anak Usaha Merpati Gandeng GMF"
Post a Comment