Search

Trump Tanda Tangani Peta Baru Israel, Cantumkan Dataran Tinggi Golan - Mata Mata Politik

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (30/5) malam menandatangani peta baru Israel yang mencantumkan Dataran Tinggi Golan. Peta ini meresmikan pengakuan Trump bahwa Dataran Tinggi Golan adalah bagian dari Israel. Hal ini bertentangan dengan konsensus internasional, yang menganggap tanah itu sebagai wilayah Suriah yang diduduki.

Oleh: Andrew Carey, Oren Liebermann, dan Nicole Gaouette (CNN)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memamerkan peta baru Israel yang ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Kamis (30/5) malam, dan mengatakan kepada pemirsa bahwa peta itu menandai Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel, dan bahwa Trump telah menulis kata-kata “Bagus” di atasnya.

Netanyahu mengatakan bahwa peta baru Israel itu adalah hadiah dari menantu dan penasihat senior Trump Jared Kushner, yang mengunjungi Yerusalem sebagai bagian dari kunjungan ke beberapa negara di wilayah tersebut.

“Jared Kushner membawakan saya peta baru Israel yang mencakup Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari kedaulatan Israel—ini adalah tanda tangan Presiden Trump dan ia menulis di sini ‘Nice’ (Bagus),'” kata Netanyahu.

Di peta tersebut, panah yang digambar tangan dengan tinta hitam menunjuk dari kata “Nice” ke wilayah Golan. Di sepanjang sisi peta dengan tinta hitam yang sama, terdapat tanda tangan runcing Trump yang khas.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah selama Perang Enam Hari tahun 1967 dan mencaploknya pada tahun 1981, menggunakannya sebagai pos militer strategis.

Pada bulan Maret, Trump mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang membalikkan lebih dari 50 tahun kebijakan Amerika dan membuat AS berselisih dengan konsensus internasional, yang menganggap tanah itu sebagai wilayah Suriah yang diduduki. Trump mengambil langkah itu hanya dua minggu sebelum pemilihan umum Israel pada 9 April, yang memberi Netanyahu dorongan politik yang sangat besar.

Sekarang, seiring Netanyahu menghadapi tantangan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya di dalam negeri, Trump muncul sekali lagi untuk memperjelas dukungannya kepada Netanyahu.

Parlemen Israel memilih untuk membubarkan diri pada Rabu (29/5) malam, yang memicu dilaksanakannya pemilu ulang pada September mendatang. Enam minggu perundingan koalisi dengan partai sayap kanan lainnya telah mengakibatkan kegagalan bagi Netanyahu, menandai pertama kalinya dalam sejarah Israel di mana pemilihan umum gagal menghasilkan pemerintahan baru.

Kebuntuan politik di Israel menempatkan tanda tanya baru atas rencana pemerintahan Trump untuk mengumumkan rencana yang bertujuan mengakhiri konflik Israel-Palestina.

Trump mungkin menyinggung rencana itu ketika dia mencuitkan dukungannya untuk Netanyahu, seiring pemimpin Israel itu berupaya membentuk pemerintahan baru.

“Berharap semuanya akan berjalan baik dengan pembentukan koalisi Israel, dan Bibi dan saya bisa terus membuat aliansi antara Amerika dan Israel lebih kuat dari sebelumnya. Banyak lagi yang harus dilakukan!” Trump mencuit.

Dalam sambutan publik yang dirilis kepada wartawan pada Kamis (30/5), Kushner tidak menyebutkan kegagalan Israel untuk membentuk pemerintahan baru, atau niatnya sendiri untuk mengumumkan rencana perdamaian.

“Keamanan Israel adalah sesuatu yang penting bagi hubungan antara Amerika dan Israel, dan juga sangat penting bagi Presiden Trump, dan kami menghargai semua upaya Anda untuk memperkuat hubungan antara kedua negara kita,” Kushner mengatakan kepada tuan rumahnya, dan menambahkan—dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Perdana Menteri Israel—bahwa hubungan itu “tidak pernah lebih kuat, dan kami sangat gembira dengan semua potensi yang ada di depan untuk Israel, untuk hubungan ini, dan untuk masa depan.”

Netanyahu memang merujuk pada kemunduran politiknya pada Rabu (29/5) dan juga memuji hubungan antara kedua negara.

“Anda tahu, kami mengadakan acara kecil tadi malam. Itu tidak akan menghentikan kami. Kami akan terus bekerja sama,” kata Netanyahu. “Kami memiliki pertemuan besar dan produktif, yang menegaskan kembali bahwa aliansi dengan Amerika Serikat tidak pernah lebih kuat, dan itu akan menjadi semakin kuat.”

Bagian pertama dari rencana perdamaian Kushner—yang berfokus pada masalah ekonomi dan keuangan—dijadwalkan akan diresmikan di Bahrain pada akhir bulan depan, meskipun Palestina telah menolak untuk hadir dan delegasi Israel yang akan hadir adalah pemerintah transisi yang tidak memiliki mandat yang jelas.

Pemerintahan Trump belum menetapkan tanggal untuk mempresentasikan proposal tentang masalah politik yang lebih menantang dalam konflik Israel-Palestina, seperti perbatasan, status Yerusalem, dan masa depan bagi para pengungsi Palestina.

Juga pada bulan Juni, para Penasihat Keamanan Nasional Israel, Amerika Serikat, dan Rusia akan bertemu di Yerusalem untuk “membahas masalah keamanan regional,” menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih pada Rabu (29/5).

Keterangan foto utama: Presiden Trump menandatangani peta baru Israel dengan sebuah kata yang tertulis: “Bagus”. (Foto: Getty Images/Amir Levy)

Trump Tanda Tangani Peta Baru Israel, Cantumkan Dataran Tinggi Golan

Let's block ads! (Why?)

https://www.matamatapolitik.com/news-trump-tanda-tangani-peta-baru-israel-cantumkan-dataran-tinggi-golan/

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Trump Tanda Tangani Peta Baru Israel, Cantumkan Dataran Tinggi Golan - Mata Mata Politik"

Post a Comment

Powered by Blogger.